Minggu, 15 April 2012

SISTEM EKONOMI




Pengertian Sistem dan Sistem Ekonomi
      
Istilah “sistem” berasal dari perkataan “systema”
(bahasa Yunani), yang dapat diartikan sebagai:
keseluruhan yang terdiri dari macam-macam
bagian.
}  Definisi Sistem  :

-  Sistem tersusun dari seperangkat komponen yang bekerja secara bersama-sama untuk mencapai semua tujuan dari keseluruhan sistem tersebut.
- Sebuah sistem dapat digambarkan sebagai sebuah kumpulan dari komponen-komonen dimana beberapa dari komponen tersebut saling berhubungan secara tetap dalam jangka waktu tertentu.
}  Ciri dari sebuah sistem
             Setiap sistem tidak hanya sekedar kumpulan berbagai bagian, unsur atau komponen, melainkan merupakan satu kebulatan yang utuh dan padu.
             Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses mengubah masukan menjadi keluaran.
}  Lima Unsur dari Sistem 
                  Elemen sistem,
                  Fungsi elemen,
                  Hubungan antar elemen,
                  Pranata (institusi) ,
                  Tujuan sistem .


Pengertian Sistem Ekonomi
     Pengertian sistem ekonomi mencakup seluruh proses dan kegiatan masyarakat dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup atau mencapai kemakmuran.






Elemen-elemen dalam Sistem Ekonomi
    Unit-unit ekonomi seperti: rumah tangga, perusahaan, serikat buruh, instansi pemerintah dan lembaga-lembaga lain yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi.

    Pelaku-pelaku ekonomi seperti: konsumen, produsen, buruh, investor dan pejabat-pejabat yang terkait.

    Lingkungan  Sumber Daya
                 Sumber Daya Alam (SDA) 
                 Sumber Daya Manusia (SDM),
                 Sumber Daya Kapital (SDK),
                 Sumber Daya Teknologi (SDT).


Fungsi Elemen Sistem Ekonomi
Fungsi-fungsi yang harus dijalankan selama
berlangsungnya proses kegiatan ekonomi,
seperti:
               Fungsi-fungsi Produksi,
               Konsumsi,
               Distribusi,
               Investasi,
               Regulasi.
     
Hasil dari kegiatan ekonomi sangat tergantung
bagaimana elemen-elemen sistem ekonomi
tersebut menjalankann fungsinya.

Hubungan antar Elemen Sistem Ekonomi
             Unit-unit ekonomi, pelaku-pelaku ekonomi, SDA dan SDM saling berhubungan satu sama lain dalam suatu pola hubungan tertentu, sehingga menimbulkan proses kegiatan ekonomi.
             Proses kegiatan ekonomi bisa berlangsung secara efisien, tidak efisien atau produktif, kurang produktif, karena perbedaan dalam menjalankan fungsi elemen dan pola hubungan elemen.


Pranata (Institusi) Ekonomi
      Mekanisme yang mengendalikan proses kegiatan ekonomi itu disebut pranata (institusi) ekonomi yang terdiri dari :
             Norma hidup, seperti norma agama, adat-istiadat, tradisi, etika profesi.

             Peraturan hidup, seperti;

konstitusi (UUD),
undang-undang,
peraturan pemerintah (PP),
Peraturan Daerah (Perda),
Keputusan Presiden (Keppres),
Surat Keputusan/ Surat Edaran Pejabat Resmi, Perjanjian-perjanjian Bilateral/ Internasional.

              Paham Hidup, seperti pandangan hidup, cara hidup, ideologi.


Tujuan Sistem Ekonomi
Tujuan sistem ekonomi suatu negara pada umumnya
meliputi empat tugas pokok:

              Menentukan apa, berapa banyak dan bagaimana produk-produk dan jasa-jasa yang dibutuhkan akan dihasilkan.

             Mengalokasikan produk nasional bruto (PNB) untuk;
           Konsumsi rumah tangga,
           Konsumsi masyarakat,
           Penggantian stok modal,
           Investasi.

                  Mendistribusikan pendapatan nasional (PN), diantara anggota masyarakat : sebagai upah/ gaji, keuntungan perusahaan, bunga dan sewa.

                  Memelihara dan meningkatkann hubungan ekonomi dengan luar negeri.


PERBANDINGAN SISTEM-SISTEM EKONOMI
Berdasarkan yang mengatur  mekanisme :
                  Sistem ekonomi tradisional,
                  sistem ekonomi pasar,
                  sistem ekonomi komando/ terpimpin.
Berdasarkan yang mengatur kepemilikan aset:
   a) sistem ekonomi kapitalis,
   b) sistem ekonomi sosialis,
   c) sistem ekonomi campuran

1. Sistem Ekonomi Kapitalis (Kapitalisme)
             Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
             Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu
             Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
              Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
             Pasar berfungsi memberikan “signal” kepada produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga.
               Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang    mengatur perekonomian menjadi efisien.
               Motif utama yang menggerakkan perekonomian  adalah mencari laba
               Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingan (keuntungan) sendiri.
               Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme).


 





} Kebaikan-kebaikan Kapitalisme
           Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
            Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.
            Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.
} Kelemahan-kelemahan Kapitalisme
            Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.

             Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).
}  Kebijakan Ekonomi Kapitalistik
di Indonesia
                 Penghapusan berbagai subsidi pemerintah pada komoditas strategis (bbm, listrik dsb) secara bertahap dan diserahkannya ke mekanisme pasar membuat harga-harga meningkat\

                 Nilai kurs diambangkan secara bebas (floating rate) sesuai dengan LOI dengan IMF (dikembalikan pada mekanisme pasar)

                 Privatisasi BUMN yang membuat sektor kepemilikan umum (migas, tambang, kehutanan) dikuasai oleh swasta

                 Bobroknya lembaga keuangan dan masuknya Indonesia ke dalam jerat utang (Liberalisasi pasar berbasis bunga dan privatisasi bank- bank pemerintah)







         
2. Sistem Ekonomi Sosialis   
   
(Sosialisme)
            Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedang individu-individu fiksi belaka.
            Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
            Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
            Alat-alat produksi dan kebijakan ekonomi semuanya diatur oleh negara.
            Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis)
            Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis).

}  Kelemahan-kelemahan Sosialisme
            Teori pertentangan kelas tidak berlaku umum
            Tidak ada kebebasan memilih pekerjaan (Maka kreativitas masyarakat tehambat, produktivitas menurun, produksi dan perekonomian akan mandeg).
            Tidak ada insentive untuk kerja keras (Maka tidak ada dorongan untuk bekerja lebih baik, prestasi dan produksi menurun, ekonomi mundur).
            Tidak menjelaskan bagaimana mekanisme ekonomi ( Karl Marx hanya mengkritik keburukan kapitalisme, tapi tidak menjelaskann mekanisme yang mengalokasikan sumber daya di bawah sosialisme.

} Sosialisme tidak sama dengan komunisme
     Sosialisme merupakan tahap persiapan ke komunisme.
     Komunisme merupakan tahap akhir perkembangan masyarakat
(The Six Major Historical Stages):
          Primitive
          Communism
          Slavery feudalism,
          Capitalism,
          Sosialism dan
          Full communism




3. Sistem Ekonomi Campuran (Mixed Economy)
Ciri-ciri Ekonomi Campuran

                   Kedua sektor ekonomi hidup berdampingan

                   Interaksi ekonomi terjadi di pasar

                   Persaingan dalam sistem campuran diperbolehkan

                   Adanya  Campur Tangan Pemerintah 

Alasan perlunya campur tangan pemerintah
               Mencegah perusahaan-perusahaan besar turut mempengaruhi kebijakan politik dan ekonomi
               Mencegah organisasi buruh (gabungan) menekan pengusaha dalam menentukan harga barang

       Di Indonesia Peran dan Campur Tangan Pemerintah Indonesia didasarkan atas  amanat konstitusi (pembukaan UUD 1945) : Pasal 33, 34, dan 27 ayat 2, menyelenggarakan kesejahteraan sosial seluruh rakyat melalui antara lain:
          Penguasaan cabang-cabang produksi yang penting
          Memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar
          Penyediaan lapangan kerja
}  Sistem Ekonomi Pancasila (SEP)….?
} 
1. Rumusan Mubyarto


            Perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi, sosial dan moral
            Ada kehendak masyarkaat untuk mewujudkan pemerataan sosial ekonomi
            Nasionalisme selalu menjiawi kebijaksanaan ekonomi
            Koperasi merupakan sokoguru perekonomian nasional
            Ada keseimbangan antara sentralisme dan desentralisme dalam kebijaksanaan ekonomi.
SEP tidak liberal-kapitalistik, juga bukan sistem
ekonomi yang etastik. Meskipun demikian sistem
pasar tetap mewarnai kehidupan perekonomian

}  2. Rumusan Emil Salim
          Sistem Ekonomi yang khas Indonesia sebaiknya berpegang pada pokok- pokok pikiran yang tercantum dalam Pancasila

          Dari Pancasila, sila keadilan sosial yang paling relevan untuk ekonomi.

          Sila keadilan sosial mengandung dua makna : Prinsip pembagian pendapatan yang adil dan Prinsip demokrasi ekonomi

          Pembagian pendapatan masa penjajahan tidak adil, karena ekonomi berlangsung berdasarkan free fight liberalisme

          Prinsip demokrasi ekonomi ditegaskan (diatur) dalam UUD 1945 pada pasal-pasal 23, 27, 33, 34.

} 3. Rumusan
Sumitro Djoyohadikusumo
                    Ikhtiar untuk senantiasa hidup dekat dengan Tuhan YME
                    Ikhtiar untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran dalam penataan perekonomian masyarakat
                    Pola kebijakan ekonomi & cara penyelenggaraannya tidak menimbulkan kekuatan yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa
                   Rakyat berperan dan berparsitipasi aktif dalam usaha pembangunan
                   Pola pembagian hasil produksi lebih merata antar golongan, daerah, kota-desa


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar