Wednesday, November 2, 2011

PENGUKURAN DAN PEMILIHAN SAMPEL PENELITIAN

PENGUKURAN DAN PEMILIHAN SAMPEL PENELITIAN

TUJUAN PEMBAHASAN
@    Mendefinisikan populasi, sampel, elemen, subjek, populasi target, kerangka sampel, dan unit sampel
@    Menjelaskan alasan penelitian dengan menggunakan sampel dan hubungan antara sampel dengan populasi
@    Menjelaskan tujuan dan tahap-tahap pemilihan sampel
@    Membahas metode pemilihan sampel probabilitas dan nonprobabilitas
@    Membahas penentuan ukuran sampel
@    Menjelaskan kesalahan pemilihan sampel dan kesalahan sistimatis (non sampling)


Desain Pengukuran

1.             Skala Likert
2.             Skala Guttman
3.             Skala Semantic Deferensial
4.             Skala Rating

               

—  SKALA LIKERT
Skala Likert’s digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial.
Contoh:
       Pelayanan rumah sakit ini sudah sesuai dengan apa yang saudara harapkan.
       a. Sangat setuju                           skor 5
       b. Setuju                                       skor 4
       c. Kurang setuju                          skor 3
       d. Tidak setuju                             skor 2
       e. Sangat tidak setuju                  skor 1

—  SKALA GUTTMAN
 
Skala Guttman akan memberikan respon yang tegas, yang terdiri dari dua alternatif.
Misalnya :
          Ya                         Tidak
Baik                   Buruk
Pernah              Belum Pernah
Punya                Tidak Punya


—  Skala Semantik Deferensial
Skala ini digunakan untuk mengukur sikap  tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinum dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan.
  Contoh:
       Bagaimana tanggapan saudara terhadap pelayanan dirumah sakit
     ini ?




—  SKALA RATING
  Dalam skala rating data yang diperoleh adalah data kuantitatif  kemudian peneliti baru mentranformasikan data kuantitatif tersebut menjadi data kualitatif.
 Contoh:
       Kenyaman ruang loby Bank  CBA:
       5     4        3          2          1         
      
       Kebersihan ruang parkir Bank  CBA:
       5     4        3          2          1

—  Desain Skala
Skala dalam penelitian ada empat tingkatan:
•    Skala Nominal
•    Skala Ordinal
•    Skala Interval
•    Skala Rasio


—  SKALA NOMINAL
Skala nominal adalah skala yang hanya digunakan untuk memberikan kategori saja
  Contoh:
       Wanita                 1
       Laki-laki   2

—  SKALA ORDINAL
  Skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, akan tetapi jarak atau interval antar tingkatan belum jelas.
  Contoh:
       Berilah peringkat supermarket berdasarkan kualitas pelayanannya !
       Sri Ratu………………………                1
       Moro …………………………              3
       Matahari …………………..                    5
       Rita I ……………………….                  2
       Rita II ………………………                  4
       Super Ekonomi ………….                       6

—  SKALA INTERVAL
Skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah  jelas, namun belum memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak.
 Contoh:
• Skala Pada Termometer
• Skala Pada Jam
• Skala Pada Tanggal

—  SKALA RASIO
 Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah  jelas, dan  memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak .
 Contoh:
• Berat Badan
• Pendapatan
• Hasil Penjualan


 
Ringkasan Tentang Skala


POPULASI dan SAMPEL
—  Populasi (population) adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu.
Anggota populasi disebut dengan elemen populasi
—  Sampel adalah sebagain dari elemen populasi
 Unit sampel adalah suatu elemen atau sekelompok elemen yang menjadi dasar untuk dipilih sebagai sampel

 
Pertimbangan Dalam Menentukan Sampel
•    Seberapa besar keragaman populasi
•    Berapa besar tingkat keyakinan yang kita perlukan
•    Berapa toleransi tingkat kesalahan dapat diterima
•    Apa tujuan penelitian yang akan dilakukan
•    Keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti


—  Alasan Pemilihan Sampel
•    Jika jumlah elemen populasi relatif banyak, akan diperlukan biaya dan tenaga yang relatif tidak sedikit
•    Kualitas data yang dihasilkan oleh penelitian sampel sering lebih baik dibandingkan dengan hasil sensus, karena proses pengumpulan dan analisis data sampel yang relatif sedikt daripada data populasi dapat dilakukan relatif lebih teliti.
•    Mengurangi jangka waktu antara saat timbulnya kebutuhan informasi hasil penelitian dengan saat tersedianya informasi yang diperlukan
•    Diperlukan terutama dalam kasus pengujian yang bersifat merusak. Misal, pada perusahaan bola lampu
—  Alasan Sensus
—  Populasi relatif sedikit
—  Variabilitas setiap elemen relatif tinggi (heterogen)
—  Penelitian dilakukan untuk menjelaskan karakteristik setiap elemen dari populasi
—  Kriteria Pemilihan sampel
1.Akurasi.
•      Sampel yang akurat adalah sejauh mana statistik sampel dapat mengestimasi parameter populasi dengan tepat. Akurasi berkaitan dengan tingkat keyakinan (confidence level)
•      Tingkat keyakinan dalam statistik dinyatakan dalam persentase. Jika dinyatakan tingkat keyakinan 95%, maka berarti akurasi statistik sampel dapat mengestimasi parameter populasinya dengan benar adalah 95% dan probabilitas bahwa estimasi hasil penelitian tidak benar adalah 5% yang dinyatakan dengan tingkat signifikansi (significance level) sebesar 0,05 (p 0,05)
2. Presisi
§  Sampel yang presisi adalah sejauh mana hasil penelitian berdasarkan sampel dapat merefleksikan realitas populasinya dengan teliti
§  Presisi menunjukkan tingkat ketepatan hasil penelitian berdasarkan sampel menggambarkan karakteristik populasinya
§  Presisi umumnya dinyatakan dengan interval keyakinan (confidence interval) dari sampel yang dipilih
§  Misal, manajer pemasaran berdasarkan pengamatan terhadap sampel penelitian mengestimasi bahwa volume penjualan produk perusahaan dalam bulan Mei berkisar 60 – 70 unit. Jika realisasi penjualan adalah 65 unit, maka estimasi tersebut lebih presisi dibandingkan dengan estimasi antara 50 – 70 unit
—  Prosedur Pemilihan Sampel
•    Mengidentifikasi populasi target
•    Memilih kerangka pemilihan sampel
•    Menentukan metode pemilihan sampel
•    Merencanakan prosedur penentuan unit sampel
•    Menentukan ukuran sampel
•    Menentukan unit sampel
—  Prosedur Penentuan Sampel
.
— Metode pemilihan Sampel
(Sample Frame)
—  Metode pemilihan sampel probabilitas (probability sampling methods) atau metode pemilihan sampel secara acak (randomly sampling method): teknik pengambilan sample yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel
—  Metode pemilihan non probabilitas (non probability sampling methods) atau metode pemilihan sampel secara tidak acak (non-randomly sampling method): teknik pengambilan sample yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sample.

— Metode pemilihan sampel probabilitas (probability sampling methods)
1. Simple random sampling. Dikatakan sederhana karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen.
—      undian
—      ordinal (tingkatan sama)
—      menggunakan tabel bilangan random
•    Proportionate stratified random sampling: apabila populasi mempunyai anggota yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional dan setiap strata harus diwakili. Misalnya strata pendidikan, umur, pendapatan dsb. Sampel berstrata digunakan apabila terdapat perbedaan ciri atau karakteristik antara strata-strata yang ada dan perbedaan itu mempengaruhi variabel.
•    Disproportionate Stratified Random Sampling. Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sample, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Misalnya pegawai dari unit kerja tertentu mempunyai: 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 90 orang S1, 800 orang SMU, maka tiga orang lulusan S3 dan empat orang S2 itu diambil semuanya sebagai sampel, karena terlalu kecil dibandingkan dengan kelompok yang lain.

— Proportionate stratified random sampling
— Disproportionate Stratified Random Sampling
4.  Sample wilayah atau area probability sample. Dilakukan apabila terdapat perbedaan karakteristik antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain
5. Sample proporsi atau proporsional sample (sample imbangan): dilakukan untuk menyempurnakan penggunaan teknik sample berstrata atau sample wilayah
6. Sampel kelompok atau  clustered sample. Bukan merupakan kelas atau strata, misalnya kelompok pegawai negeri, ABRI, pedagang, nelayan, petani dsb.
7.Sampling sistimatis: teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. Dari semua anggota itu diberi nomor urut, yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100. pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja, genap saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu, misalnya kelipatan bilangan lima. Atau dengan menggunakan rumus: jarak = jumlah populasi/jumlah sampel

—Sampel kelompok atau  clustered sample
—  Pada prinsipnya teknik cluster sampling hampir sama dengan teknik stratified. Hanya yang membedakan adalah jika pada stratified anggora populasi dalam satu strata relatif homogen sedangkan pada cluster sampling anggota dalam satu cluster bersifat heterogen

— Metode pemilihan non probabilitas
(non probability sampling methods)
1. Convenience sampling: memilih sampel dari elemen populasi yang datanya mudah diperoleh. Peneliti memiliki kebebasan untuk memilih sampel yang paling cepat dan murah.
2. Sampel Kuota. Dilakukan dengan mendasarkan diri pada jumlah yang sudah ditentukan dan mempunyai ciri-ciri tertentu. Biasanya yang dihubungi adalah subjek yang mudah dihubungi. Yang penting adalah terpenuhinya jumlah yang telah ditetapkan.

3. Sampel bertujuan atau purposive sample. Dilakukan atas dasar tujuan tertentu. Dilakukan karena beberapa pertimbangan, misalnya karena perbatasan waktu, tenaga dan dana. Misalnya, akan melakukan penelitian tentang kualitas makanan, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan. Syarat-syaratnya adalah
—  pengambilan sampel harus didasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat atau karakteristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi.
—  Subjek yang diambil sebagai sampel harus benar-benar subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi
—  Penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan

4. Snowball sampling: teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Dalam penentuan sampel, pertama-tama dipilih satu atau dua orang, tetapi karena belum lengkap, dicari orang lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan dua orang sebelumnya. Misalnya akan meneliti siapa provokator kerusuhan, maka akan cocok menggunakan purposive dan snowball sampling.
— PENENTUAN UKURAN SAMPEL
§  Semakin besar dispersi atau variasi suatu populasi maka semakin besar ukuran sampel yang diperlukan agar estimasi terhadap parameter populasi dapat dilakukan dengan dengan akurat dan presisi.
§  Ukuran sampel juga dipengaruhi oleh tingkat keyakinan peneliti dalam melakukan estimasi
—
Pendapat Slovin

—  Kita akan meneliti pengaruh upah terhadap semangat kerja pada karyawan PT. Cucak Rowo. Di dalam PT tersebut terdapat 130 orang karyawan.  Dengan tingkat kesalahan pengambilan sampel sebesar 5%, berapa jumlah sampel minimal yang harus diambil ?





— Penghitungan besarnya sampel untuk populasi yang tidak diketahui jumlahnya
n = (Zα2)(p)(q)/d2

n = jumlah sampel
Zα = nilai tabel Z untuk α (z tabel dengan tingkat signifikansi tertentu)
p = estimator proporsi populasi (proporsi populasi yang diharapkan memiliki karakteristik tertentu)
q = 1- p (proporsi populasi yang diharapkan tidak memiliki karakteristik tertentu)
d = penyimpangan yang ditolerir(%)

—  Misalnya dari studi penjajakan terhadap 100 konsumen diketahui bahwa 50% berkeinginan membeli sampo dengan kemasan baru. Perusahaan ingin meneliti dengan jumlah yang lebih besar untuk memprediksi potensi konsumen. Jika menggunakan tingkat signifikansi 10% dan tingkat kesalahan 3% maka ukuran sampel yang dibutuhkan adalah:
n = (2,58)2(50x50/32) = 1.849,15 = 1850
—  Kesalahan Statistik
—      Ada dua faktor penyebab kesalahan statistik, yaitu:
•    Kesalahan dalam pemilihan sampel (sampling error)
•    Kesalahan sistimatis (systematic error): kesalahan yang bukan berasal dari proses pemilihan sampel (nonsampling error)
—        Kesalahan pemilihan sampel
(sampling error)

—  Kesalahan kerangka sampel: Kerangka sampel mungkin belum memuat elemen-elemen populasi yang baru masuk
—  Kesalahan unit sampel: Unit sampel kemungkinan kurang mewakili karakteristik populasinya
—  Kesalahan pemilihan sampel secara acak: terjadi karena kemungkinan adanya variasi dalam pemilihan subyek sampel secara acak. Misalnya karena nilai-nilai elemen yang sangat variarif atau ekstrim (tinggi sekali atau rendah sekali)
—  Kesalahan responden.
       terdiri atas 2 jenis:
1.Nonresponse bias (error): kesalahan yang timbul karena subyek sampel yang tidak memberikan respon ternyata lebih representatif dari pada sampel yang memberikan tanggapan
2. Response bias (error), merupakan kesalahan yang timbul karena jawaban responden yang tidak benar
—  Kesalahan administratif: kesalahan yang disebabkan oleh kelemahan administrasi atau pelaksanaan pekerjaan penelitian. Kesalahan ini meliputi:
1.Kesalahan pemrosesan data
2. Kesalahan pewawancara: merupakan kesalahan karena ketelodoran pewawancara, misal, ketidak cermatan dalam mencatat jawaban responden
3. Kecurangan pewawancara:


No comments:

Post a Comment